Diklat AMT Bagi Aparatur Di Lingkungan Pemko Padang Panjang Tahun 2012

Standar

Peserta Diklat Achievement Motivation Training (AMT) Angkatan 2012 bersama Instruktur

Seorang  aparatur pemerintah dalam pelaksanaan tugasnya sudah dipandu dengan apa yang dinamakan dengan Tupoksi alias Tugas Pokok dan Fungsi beserta penjabarannya berupa Uraian Tugas. Salah satu poin terpenting dari sederet uraian tugas pada Sub Bidang Diklat Teknis dan Fungsional BKD kota Padang Panjang adalah menyusun Rencana dan Program Kerja di Bidang Diklat Teknis dan Fungsional sesuai Rencana Strategis BKD Kota Padang Panjang.  Walaupun sifatnya kerjanya perencanaan namun bukan bentuk perencanaan yang saya pelajari di S2 Perencanaan Pembangunan beberapa tahun yang lalu yang notabene berinduk pada Ilmu Ekonomi. Sedangkan penyusunan rencana kerja di Bidang Tugas saya sekarang adalah Perencanaan di bidang Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia.

Beda..? ya jelas sangat berbeda, Singkat kata disiplin  Ilmu Perencanaan Pembangunan saya nyaris tidak teraplikasi di Bidang Diklat ini. But, it’s OK..Itung-itung mencoba memahami bidang ilmu yang lain dalam rangka pengayaan dan peningkatan komptensi diri. Toh, bidang pengembangan SDM ini adalah bidang yang sangat menarik bagi saya, cukup banyak tantangannya  beserta ide-ide yang menari di kepala yang mengiringinya untuk dituangkan dalam bentuk program kerja yang nyata.

Hal yang paling memuaskan bekerja mengurus Diklat PNS ini adalah ketika menyaksikan perubahan-perubahan yang terjadi pada seseorang ketika diberikan materi-materi tertentu.  Ada peserta diklat yang antusias dan aktif ketika berdiskusi materi Diklat sementara dalam kesehariannya dia bukanlah orang aktif bahkan cendrung pasif, kemampuan Instruktur memotivasi telah mengubahnya untuk mengaktualisasikan diri secara proporsional. Minimal selama Diklat. Pada kesempatan yang lain, saya takjub melihat seorang aparatur peserta Diklat  yang dikenal urakan, agak liar, sering berbicara tanpa rambu-rambu tampak sesenggukan dengan mata berkaca-kaca ketika mengikuti materi yang benar-benar menyentuh lubuk hati terdalamnya sebagai seorang makhluk Allah.

Dilain waktu saya mengamati seseorang dicap minus,  sosok yang cendrung dihindari untuk diajak kerjasama,  ketika diberi kesempatan untuk memimpin teman-temannya dalam sebuah Diklat, yang bersangkutan secara drastis berubah. Sang Ketua tiba-tiba menjadi sosok bertanggung jawab, toleran, bisa menjadi mitra kerja yang baik bagi panitia dan sederet perubahan positif lainnya. Benarlah adanya betapa manusia itu punya sebuah kebutuhan lain yang sangat penting dalam hidupnya yaitu kebutuhan akan Aktualisasi Diri.

Apa yang saya pelajari dari aktifitas mengurusi  Diklat PNS selama hampir 2 tahun ini adalah bahwa manusia tetaplah manusia yang bisa berubah menjadi lebih baik atau lebih buruk. Manusia punya akal untuk untuk mendapatkan ilmu untuk keuntungan dirinya, manusia juga punya hati untuk memilah dan menimbang akan dijadikan kebaikan atau keburukan ilmu yang didapatnya. Kepribadian manusia bukanlah hal yang mustahil untuk diubah, Manusia dengan kecendrungan tertutup menurut teori Johari’s Window dengan penanganan dan materi yang tepat bisa saja menjadi pribadi yang lebih terbuka. Dalam konteks peningkatan Sumber Daya Aparatur hal ini tentu menjadi satu pertimbangan dalam menentukan Diklat beserta materi yang akan diberikan.

Berangkat dari beban tupoksi dan pemikiran diatas, diakhir tahun 2011 lalu bersama Kabid Diklat Yosivan, SH kita mengusulkan pelaksanaan Diklat Achivement Motivation Training (AMT) untuk Tahun 2012 kepada Kepala BKD. Usulan itu juga didasari evaluasi atas Diklat Motivasi yang kita lalukan ditahun 2011 yang ternyata belum efektif dan malah menimbulkan riak-riak yang tidak produktif dengan peserta. Melalui Diskusi singkat dengan pimpinan, beliau pada prinsipnya menyetujui usulan pelaksanaan Diklat AMT utk tahun 2012. Karena Diklat AMT lebih cendrung pada memotivasi seseorang untuk berprestasi dengan memberdayakan segala potensi dirinya. Alhamdulillah.. pada saat pembahasan Anggaran akhir Tahun 2011, pelaksanaan Diklat AMT disetujui oleh Tim Anggaran. Thanks..juga buat Bpk. Rusdianto (Ka. Bappeda) yang sangat  mensupport BKD untuk pelaksanaan diklat tersebut pada Rapat Anggaran. Beliau mengatakan AMT adalah Diklat yang sangat bagus dan sudah lama tidak dilaksanakan oleh BKD Padang Panjang. Memang dari catatan yang ada Diklat AMT terakhir yang dilaksanakan bagi Aparatur di Lingkungan Pemerintah Kota Padang Panjang dilaksanakanTahun 2004 di PSAA Tri Murni Silaing Bawah.

Diklat Achievement Motivation Training (AMT) yang di Indonesiakan menjadi Diklat Motivasi berprestasi merupakan sebuah Diklat Pengembangan Diri yang didisain oleh Prof. Dr David Mc Clelland. Seorang Profesor Ilmu Psikologi dari Universitas Harvard, Amerika Serikat.  Metodologi latihan ini dikembangkan melalui penelitiannya selama 25 tahun antara 1930-1955. Dasar AMT ini mengunakan pendekatan psikologis yang ditujukan untuk meningkatkan motiif berprestasi kearah pencapaian prestasi yang lebih tinggi di bidang tujuan hidupnya masing-masing atau dengan kata lain Untuk meningkatkan motivasi kerja setiap individu di mulai dengan meningkatkan disiplin yang baik, maka dalam mewujudkan peningkatan motivasi berprestasi dalam mencapai produktivitas kerja yang tinggi harus didahului dengan pendekatan Pelatihan Motivasi Berprestasi atau Achievement Motivation Training (AMT).

Sampai saat ini Diklat AMT masih menjadi salah satu pilihan utama bagi lembaga ataupun perusahaan besar dalam upaya pengembangan diri dan mendorong motivasi karyawannya. Bahkan pada perusahaan-perusahaan tertentu mereka mewajibkan calon karyawannya untuk mengikuti Diklat AMT untuk mengukur Needs for Achievement mereka.  Hasil Diklat ini menjadi salah satu patokan jadi tidaknya seorang calon karyawan direkrut menjadi karyawan tetap. Wajar saja..Perusahaan mana yang mau merekrut seseorang yang punya motivasi rendah untuk berprestasi atau untuk maju. Rugi dong Perusahaan menggaji orang yang berpikir hari esok sama saja dengan hari ini, bahkan hari kemarin.

Yang menarik dari Diklat AMT adalah metode pengajarannya.  Karena program AMT akan ditujukan kepada para pengusaha atau aparat pemerintah yang mempunyai potensi untuk dikembangkan, yang besar kemungkinannya terdapat berbagai macam variasi dalam hal latar belakang pendidikan, latar belakang lingkungan, adanya perbedaan status sosial, perbedaan kebiasaan-kebiasaan, maka untuk pencapaian proses pemahaman materi secara baik, metode pengajaran AMT disusun secara berikut :

  1. Membaca (5 %) Kertas kerja, bagan (chart) penjelasan yang tertulis (mis. di papan tulis)
  2. Melihat (15%) Demonstrasi, sosio-drama, role-playing
  3. Mendengar (15 %) Penjelasan lisan, diskusi kelompok
  4. Merasakan (20%) Sosio-drama, role playing / permainan diskusi kelompok, self study
  5. Mengerjakan dan mengalami (45%) Kertas kerja, sosio-drama, role-playing/permainan, diskusi kelompok, self study

Dari besarnya porsi yang diberikan untuk mengolah materi ajaran maka nampak jelas bahwa aktivitas membaca dari peserta sangat sedikit sekali. Aktivitas membaca mereka hanya pada saat mengerjakan daftar isian dari kertas kerja yang dibagikan dan membaca bagan (chart) terpampang di muka kelas dan mungkin pula catatan-catatan khusus dari pelatih yang tertulis di papan tulis. Aktivitas yang terpenting dari peserta adalah bahwa peserta harus sungguh-sungguh mengerjakan dan mengalami apa yang diinstruksikan dan partisipasi secara penuh terhadap kejadian-kejadian selama program berlangsung. Dengan susunan di atas maka diharapkan sebagian peserta dapat “diolah” secara baik sehingga dapat memahami materi secara baik pula dengan tidak dipengaruhi oleh adanya perbedaan-perbedaan tingkat pendidikan, tingkat status sosial, latar belakang lingkungan, perbedaan usia dan sebagainya.

Untuk Pelaksanaan Diklat AMT Bagi Aparatur di Lingkungan Pemerintah Kota Padang Panjang dilaksanakan pada tanggal 18 s/d 22 Juni 2012 bertempat Di Wisma Pangeran Padang Panjang. Paket AMT 50 Jam ini ditangani oleh Instruktur/Pelatih AMT yang berpengalaman dari UPTD BPPD Disnakertrans Propinsi Sumatera Barat, Ir. Almidon dan Irwan, S.Sos. Peserta Diklat AMT Angkatan 2012 ini dikuti oleh 29 orang peserta dari rencana semula 30 orang, yang terdiri dari Eselon IV dan Staf dari beberapa SKPD dilIngkungan pemerintah Kota Padang Panjang. Penggabungan Eselon IV dengan Staf ini diharapkan tidak akan menjadi masalah mengingat disain metode pembelajaran Diklat AMT yang memang telah disiapkan untuk mengantisipasi perbedaan tersebut.

Diklat dibuka oleh Walikota Padang Panjang yang diwakili Staf Ahli Drs. Edi Firdaus. Dalam sambutannya Walikota menekankan bahwa keberhasilan dan kegagalan seseorang dalam aktifitasnya baik dalam organisasi maupun  secara pribadi sangat bergantung pada individu. Kebanyakan orang tidak menyadari berbagai penyebab faktor kegagalan. Sekira masing individu menyadari seutuhnya bahwa setiap individu memiliki potensi yang luar biasa untuk berprestasi, hanya saja masing aparatur tidak menyadari faktor apa yang harus menjadi titik fokus perhatian terhadap prilaku yang harus diterapkan. Salah satu upaya untuk memperbaiki berbagai kondisi yang tidak menguntungkan bagi kalangan aparatur, lanjut Walikota, adalah melalui Program Diklat AMT. Diklat ini adalah ranah untuk mengenali potensi diri serta mampu memicu dan memacu serta mengembangkan semangat untuk berkarya dan berprestasi.

Disisi lain, Kepala BKD Mufrida, SH menyampaikan bahwa tujuan AMT secara umum bagi kalangan aparatur tak lain agar dapat memahami potensi pribadi dan atau bagaimana memaksimalkan potensi pribadi untuk meraih prestasi yang mumpuni. Selain itu, mampu memahami adanya perbedaan sebagai suatu yang alami dan menjadikan hal tersebut sebagai suatu kekuatan dan membangun sinergi di lingkungan untuk mencapai tujuan organisasi. Sedangkan sasaran yang hendak dicapai, kata Mufrida, peserta diharapkan mampu meningkatkan kwalitas, kinerja dan profesionalisme pribadi dan  mampu menggali potensi dirinya denghan upaya memaksimalkan kekuatan dan meminimalisir kelemahan guna menuju aparatur yang berprestasi serta memiliki dedikasi. Selain itu, lanjut Mufrida, SH aparatur hendaknya sanggup memotivasi diri sendiri agar dapat lebih produktif, membuat individu  menguatkan selft Confidence dan self motivation, meningkatkan kemampuan Interpersonal skills, menumbuhkan sikap positif, berkemampuan dan ketrampilan diri serta lainnya.

Kepala BKD Kota Padang Panjang Mufrida, SH menyampaikan Laporan Panitia pada pembukaan Diklat AMT Tahun 2012

Hari pertama diklat terlihat peserta tidak begitu tertarik dengan materi, pada saat penyampaian materi sebagian ada yang kelihatan bengong, sibuk corat coret,  atau aktifitas lain yang menunjukan  kebosanan dan kejenuhan. Hanya sebagian kecil yang terlihat antusias dan keep fokus. Setelah bincang bincang dengan instruktur dijeda makan siang, ternyata pembelajaran hari pertama memang didisain membosankan, menjenuhkan. Karena ada beberapa aspek prilaku peserta yang bisa di nilai dari situasi yang menjenuhkan tersebut.

Dipenghujung hari pertama, suasana kelas mulai hidup terutama pada sesi diskusi Tujuan dan Harapan yang diwujudkan dengan menulis cerita khayal. Berdasarkan bocoran instruktur banyak cerita menarik dari cerita khayal yang ditulis peserta ini, ada yang terlalu tinggi, mengawang-awang. Ada biasa-biasa namun juga ada khyalan yang ekstrim dari seorang peserta yang membuat instruktur terpana dengan khayalannya.  Di hari pertama ini juga dibuat komitmen bersama tentang syarat sukses dan kontrak belajar AMT.  Pada sesi ini dibuat komitmen tentang jadwal masuk, istirahat serta penetapan sanksi bagi yang terlambat masuk kelas. Pada hari pertama ini juga telah dipilih Sdr MA. Dalemenda, S.Sos, M.Kom sebagai ketua kelas secara Aklamasi.

Pada hari-hari berikutnya, suasana kelas menjadi sangat menarik dan cair karena sesi pelajaran yang bervariasi, ada ceramah motivasi, permainan, role game dan disko alias diskusi kelompok. Berbagai tingkah polah peserta mengalir dan cair dalam kelas. Ada Pak Amrizal yang sebentar-sebentar kebelet pipis dan suka nyeletuk yang mengundang Tawa,  Atau Desmon yang hobby mencimeeh peserta lain (istilah pelatih untuk Desmon), Ada yang berlagak Cool sepanjang hari, atau Buya Fahmi yang heboh..hobby mengomentari apa saja dalam kelas…benar-benar cucak rowo bapak yang satu ini. Ada Aci, peserta dari BKD yang tersipu-sipu karena jadi Idola Instruktur  dan sering dijadikan model kasus.

Suasana kelas yang santai dan cair

Kompak..

Salah satu sesi yang paling menarik pada Diklat AMT adalah permainan Lempar Gelang (Ring Toss Game) di hari kedua. Secara sederhana permainan dapat digambarkan sebagai berikut. Peserta diberi kesempatan memasukan 4 gelang rotan ke tiang yang telah disiapkan.  Peserta diberi kebebasan memilih jarak melempar yang disusun berurutan dari jarak 0 sampai 15 belas. Gaya dan teknik melempar juga diserahkan sepenuhnya kepada peserta yang penting tujuan memasukan gelang tercapai. Dari Diskusi dengan pelatih tentang  permainan sederhana ini, ternyata begitu banyak filosofi yang terkandung dalam permainan ini. Melalui Ring Toss Game ini secara cepat bisa dilihat karakter seseorang,  kadar kebutuhan berprestasinya, kecepatan daya pikir seseorang dalam mencapai tujuan, seberapa besar pengaruh luar mempengaruhi seseorang mencapai tujuan, dan lain sebagainya. Barangkali rahasia permainan ini tidak perlu diungkap dalam tulisan ini karena barangkali ada pembaca yang suatu saat akan jadi peserta Diklat AMT, sehingga jika rahasia permainan Ring Toss Game sudah diketahui hasilnya nanti tidak akan murni lagi. Namun secara umum permainan ini sangat bagus, Salut..untuk Prof Dr David Mc Clelland yang menjadikan permainan ini sebagai bagian Materi Diklat AMT.

Hajar Nda…

Pelaksanaan Ring Toss Game itu sendiri menjadi sesi paling heboh dalam Diklat AMT, terutama di Babak II dan III dimana peserta bermain disaksikan peserta lain serta diiming-iming reward.  Berbagai macam gaya dan ekspresi dapat ditangkap dari penampilan peserta. Ada yang melempar dengan semangat 45, ada yang tetap grogi dari babak I sampai babak ke III, ada yang cool bin kalem, ada juga yang super cuek melempar tanpa perhitungan, bahkan ada yang super pede mengambil jarak. Untuk yang satu ini, batas antara pede, gambling atau malah MPO menjadi sangat tipis, hanya yang bersangkutan yang  tahu niatnya apa, sampai mengambil jarak Impossible tersebut.  Kemeriahan permainan ditambah juga dengan kehebohan peserta lain dalam mensupport rekan-rekannya yang sedang bermain.

Eeit..Meleset Pak Ketua..!

Desra sedang beraksi…

Permainan hari ketiga agak lebih serius, yaitu Permainan Bisnis (Businnes Game) Kapal. Dari permainan ini akan dapat dilihat bagaimana seseorang meperhitungkan faktor-faktor yang akan mengganggu atau akan membantu dirinya dalam ia berusaha mencapai tujuan. Permainan ini juga melihat bagaimana cara seseorang berpikir dalam ia mempersiapkan diri dalam mencapai suatu tujuan. Pelaksanaan permainan bisnis kapal itu sendiri berlangsung santai, pada sesi persiapan dan percobaan pembuatan kapal –kapalan menggunakan kertas origami banyak yang bisa diamati. Ketika pelatih baru memberi instruksi lisan, ada peserta yang pede langsung mencoba..hasilnya..ya jelas kacau. Ketika pelatih mempraktekan cara pembuatan kapal dan diikuti oleh peserta, sebagian besar peserta mampu. Satu dua masih ada yang kacau, ada yang bikin kapal albino alias kertasnya terbalik, sehingga sisi luarnya berwarna putih. Ada juga peserta yang tidak percaya diri sama sekali, untuk membuat satu lipatan saja ragu-ragu, perlu nanya kanan-kiri.

Lagi konsen bikin kapal yang mau di jual..

Aci..idolanya instruktur

Ketika Sesi permainan yang sebenarnya dilaksanakan, secara umum berlangsung lancar, namun dari penilaian secara akumulatif kelas, pelatih agak kurang puas karena hasil belum menunjukan nilai yang optimal. Alias banyak yang merugi,  akibatnya tanpa ampun peserta “dihajar” oleh Bapak Ir. Almidon.  Hal ini untuk menghancurkan rintangan ataupun mental block yang ada dalam diri peserta yang menghalangi tercapainya tujuan. Misalnya sifat gambling yang terlalu kuat, mengambil bahan baku pembuat kapal terlalu banyak dengan target produksi rendah dan hanya memperhitungan harga jual bahan baku sisa. Atau membuat target capaian terlalu tinggi dengan waktu yang sempit. Ada juga sebagian peserta tidak memiliki kreatifitas atau tidak terpikirkan untuk mencari solusi atas hambatan yang mengganggu dalam permainan bisnis kapal tersebut.

Sesi pelajaran selanjutnya berlangsung lancar dan pastinya tetap menarik, materi memotret kepribadian melalui Johari Windows melalui daftar isian dan kertas kerja,  ada tips dan trik bertransformasi dari jendela tertutup Johari ke jendela terbuka. Ada juga sesi menulis surat untuk saudara kembar imajiner. Bagian ini menjadi menarik karena dari 29 pucuk surat yang ditulis peserta untuk saudara kembarnya, yang notabene adalah surat untuk diri sendiri. 3 surat masuk penilaian terbaik oleh Instruktur dan layak dibacakan di depan kelas. Surat Pertama dibacakan oleh Buya Fahmi dari Kantor Ketahanan Pangan, Surat Yang cukup panjang yang beliau tulis untuk saudara kembarnya ini pada intinya berisi tentang kesadaran dan instrospeksi diri yang bersangkutan atas segala kekeliruan dan kekurangan diri selama ini serta tekad dan semangat untuk memperbaiki diri dan meraih  impian.

Buya Fahmi yang kocak

Surat Aci alias Riyanti Oktavia dari BKD juga terpilih untuk dibacakan, Dengan terbata-bata karena haru Aci membacakan surat yang ditulis dengan gaya bahasa khas anak muda itu. Intinya berisi tentang kritik Aci terhadap kekurangan, baik sifat dan sikap yang melekat pada dirinya serta nasihat untuk lebih mendekatkan diri pada Sang Pencipta serta tekad untuk  membahagiakan orang tua, saudara dan orang terkasihnya. Salut buat Aci..!. Surat Ketiga oleh ibu Dernayeti, yang intinya adalah menyemangati diri untuk tetap tegar atas segala problema hidup dan rumah tangga  demi masa depan si buah hati.

Pada penghujung hari terakhir peserta digugah melalui sebuah renungan akan suatu gambara kesuksesan yang telah dimpi-impikan selama ini yang akan diraih dalam 5 Tahun kedepan.  Dengan berakhirnya sesi renungan ini maka berakhirlah seluruh rangkaian paket Diklat AMT 50 Jam. Diakhir kata Instruktur berharap peserta keluar dari Ruangan Diklat sebagai pribadi yang baru, yang punya motivasi kuat untuk berprestasi.  Sedangkan Kabid Diklat Yosivan, SH dalam sambutan singkatnya pada acara penutupan menyampaikan apresiasi yang mendalam atas keseriusan dan kedisiplinan peserta dalam mengikuti semua tahapan Diklat. Secara pribadi beliau menyatakan ketertarikan dengan materi Diklat Ini, Disamping itu beliau minta dukungan peserta  untuk pelaksanaan Diklat AMT ini setiap tahunnya sehingga seluruh PNS di Kota Padang Panjang bisa mendapatkan kesempatan mengikuti diklat yang sangat populer ini.

M.A Dalmenda, S.Sos, M.Si, sebagai ketua kelas mewakili rekan-rekannya menyampaikan terimaksih yang sebesar-besarnya karena mereka telah diberi kesempatan mengikuti Diklat AMT ini.  Bersama seluruh peserta angkatan I ini, ketua kelas menyatakan dukungan untuk pelaksanaan diklat ini kedepan secara kontinyu. Disamping itu, beliau mengunjukan saran agar untuk diklat AMT kedepan peserta diseragamkan menurut kelompok jabatan. Saran kedua, adanya tindak lanjut dari Diklat ini berupa evaluasi hasil dan dampak diklat kalau perlu sampai ke tingkat SKPD peserta. Secara Pribadi. M.A Dalmenda yang diluar kedinasan memiliki jabatan dan kegiatan bejibun ini, secara besar hati mengakui betapa Diklat AMT telah membuka mata hati dan pikiran bahwa masih banyak yang harus diupayakan untuk peningkatan kualitas diri ini. Menda juga berencana menggagas terbentuknya Komunitas Alumni Diklat AMT di Kota Padang Panjang dengan Diklat Tahun 2012 sebagai Angkatan I. Hal ini makin menguatkan kami di Bidang Diklat untuk terus mengupayakan terselenggaranya Diklat setiap tahun. Harapan kita akan lebih banyak lagi aparatur kita yang mengikuti Diklat AMT sehingga mereka kedepan bisa saling mnesinergikan potensi masing-masing dalam rangka pelaksanaan tugas sebagai aparatur negara. Semoga niat kita untuk berupaya mencerahkan dan mengembangkan kualitas sumber daya aparatur kedepan  melalui Diklat AMT ini akan berjalan lancar. Amin

(Ditulis oleh : JANUARDI, SS, M.Si – Kasubid Diklat Teknis dan Fungsional BKD Kota Padang Panjang)

 

NB…..

Catatan M.A Dalmenda, S.Sos, M.Si (Ketua Kelas Diklat AMT Angkatan I 2012) tentang Diklat AMT :

Achievement Motivation Training (Baca AMT) adalah suatu daya dan upaya yang diberikan kepada level pimpinan atau staf agar memiliki etos atau semangat bekerja dengan berkarya yang bermuara pada situasi kerja yang kondusif sehingga melahirkan prestasi baik secara individual maupun secara kolektif dan team work. Terlebih kepada masing peserta akan dipicu dan terpacu untuk menumbuh kembangkan kepribadian yang unggul membangun,  pengembangan sikap mental, sikap mental terhadap diri sendiri, sikap mental terhadap keluarga, sikap mental terhadap sesama rekan kerja, sikap mental terhadap pimpinan, memahami pentingnya bekerja.

AMT mengiring para aparatur yang kompetitif result tak hanya diukur dari prestasi-prestasi yang terlihat (tangible) karena hasil yang sebenarnya didambakan adalah hasil akhir yang tak terlihat (intangible). AMT  mendorong Insan kompetitif lebih memilih menjadi pejuang (warrior), bukan pencemas (worrier) yang selalu menjadi beban .Dengan mengikuti training ini Aparatur dipicu untuk membangun motivasi, semangat kerja, keberanian menghadapi tantangan dan mengembangkan potensi diri. Manfaat pelaksanaan training ini adalah untuk me-refresh & upgrade pola pikir (mindset) dan sikap mental (attitude) serta menambah soft skill pegawai.

Sisi lain, AMT Memahami potensi pribadi dan mengetahui cara memaksimalkannya agar menjadi kekuatan untuk menoreh prestasi, memahami perbedaan sebagai hal yang alami yang dapat dijadikan kekuatan untuk dapat bekerja sama dengan lingkungannya untuk mencapai tujuan bersama,  menimbulkan motivasi pada diri peserta agar dapat bekerja lebih produktif sehingga tujuan organisasi dapat tercapai.

Disamping itu AMT mampu, meningkatkan produktifitas dan kualitas kerja yang optimal, mampu menempatkan pegawai pada posisi yang tepat, kendaraan yang tepat dan tujuan yang tepat dan, mampu membangun team yang sinergis dan harmonis. (Menda Pamuntjak, Ketua Angkatan I Thn 2012)

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s